Menu

Mode Gelap

News · 2 Sep 2021 WIB

Sharing Session Bagaimana Membangun Startup dari Sains menuju Industri


					Sharing Session Bagaimana Membangun Startup dari Sains menuju Industri Perbesar


FGD dibuka oleh Dekan Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, Endah Sulistyawati, Ph.D., dan sambutan oleh Dr. Fenny M. Dwivany sebagai Ketua KK-GBM. Pada kesempatan itu, KK-GBM juga memperkenalkan paten yang sudah didapatkan selama ini. Sementara Dr. Ernawati A. Giri-Rachman berperan sebagai moderator pada diskusi ini.

Pemateri pertama adalah Dr. M. Yusuf Abduh dari PT Bio Proshafa Karya, sebuah startup yang menghasilkan produk Bio-N dengan judul “Bio-N: From Lab to Label”. Pemateri kedua adalah Dr. Wardono Niloperbowo dari SITH ITB dengan pemaparan berjudul “Transformasi Cara Berpikir” agar dapat mengubah cara pandang seorang peneliti yang mendirikan startup. Pemateri ketiga adalah Pandu Sastrowardoyo dari DeBio Network dengan judul “Membangun Startup Terdesentralisasi Berbasis Komunitas”. Pemateri keempat adalah Dr. Agus Dana Permana dari SITH ITB dengan judul “Agraponik”.

Para pembicara memaparkan gagasan yang sangat menarik untuk dikembangkan. Dr. M. Yusuf Abduh menjelaskan mengenai sejarah Bio-N dari produk lab menuju produk perusahaan yang siap jual dengan keunggulan minyak esensial yang mahal.

Dr. Wardono Niloperbowo memberikan sudut pandang bahwa saat membentuk startup perlu adanya profesionalisme dan menurunkan idealisme agar tidak overthinking saat memulai. Serta perlu adanya inovasi dengan menentukan target pasar. Pandu Sastrowardoyo memberikan informasi mengenai Blockchain dan integrasinya terhadap biologi dengan adanya DeBio. Pada saat ini banyak perusahaan menyediakan layanan cek genetik untuk mengetahui kesehatan dan leluhur. DeBio menjadi tempat desentralisasi data genetik tersebut dengan blockchain agar aman dari pencuri data. Dr. Agus Dana Permana memaparkan banyak perusahaan yang pernah dikerjakan dengan usaha yang saat ini dijalankan adalah Agraponik.

Keunikan dari pembicara pada FGD adalah mereka lulusan dari ITB. Pandu Sastrowardoyo juga bukanlah lulusan informatika, tapi pola pikir yang didapatkan selama kuliah di ITB menyebabkannya dapat bekerja di banyak bidang. Selain itu, peserta juga mendapatkan informasi menarik mengenai startup dari Dr. Agus Dana Permana. Setelah pemaparan dua pembicara, dilakukan kuis berhadiah untuk peserta FGD.

Reporter: Alvina Putri Nabilah (Biologi, 2019)

advertisement media

Sumber Berita

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Belajar Pola Pikir Organik dalam Kuliah Tamu Prodi Rekayasa Hayati x FAM Organic

28 September 2022 - 18:41 WIB

Rapat Pleno MDGB PTNBH Kaji Pendanaan Perguruan Tinggi dan Dana Abadi PTN-BH

28 September 2022 - 10:03 WIB

Pengumuman Penerimaan Proposal Program Bantuan Biaya Luaran Prototipe Tahun 2022

27 September 2022 - 20:03 WIB

Rapat Pleno MDGB PTNBH Bahas Pendanaan Perguruan Tinggi dan Keberadaan Pusat Pendidikan di IKN

27 September 2022 - 08:08 WIB

Menggali Potensi Talas Pratama Khas Sumedang

26 September 2022 - 23:30 WIB

plt. Direktur Belmawa Melepas 123 Awardees IISMA ke UK, Turki, dan Uni Eropa

26 September 2022 - 17:42 WIB

Trending di News